Saturday, December 07, 2019
Home > Berita > 10 Negara Dengan Angka Perceraian Tertinggi di Dunia

10 Negara Dengan Angka Perceraian Tertinggi di Dunia

Ilustrasi - Tingkat perceraian semakin tinggi. (pojoksatu.id)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) -Angka perceraian dalam keluarga dari waktu ke waktu terus bertambah dan angka itu berbeda dari satu negara dengan negara lain.

Ikrar keutuhan rumah tangga yang diucapkan suami ketika menikah tentu saja diharapkan bertahan lama bahkan sampai kematian yang memisahkan kehidupan pasangan suami-istri, namun kenyataannya tidak seindah yang dibayangkan semula.

Beragam masalah yang menyebabkan terjadinya perceraian, mulai dari ketidakcocokan dalam berbagai hal, sampai masalah perekonomian, perselingkuhan, hilangnya nilai percintaan dan kerukunan, serta berbagai hal lainnya. Ini terjadi umumnya karena ada masalah secara internal mau pun eksternal.

“Sangat susah mencari Tuan Benar dan Nyonya Benar,” begitu kata pembuka dalam artikel yang dimuat dalam laman therichest.com, ketika memberikan infomasi tentang tingkat perceraian yang terjadi di beberapa negara.

Divisi Statistik Sosial dan Demograpik PBB memberikan ulasan tentang rasio dan tingkat perceraian di berbagai negara dan di situ terlukis bahwa ada beberapa negara yang secara signifikan tingkat perceraiannya lebih tinggi dibanding lainnya.

Penyebab tingginya tingkat perceraian itu – salah satunya melibatkan latar belakang budaya serta pemahaman agama – sehingga perceraian itu seolah diterima di tengah masyarakat.

Di Indonesia, berdasar catatan dari Kementerian Agama, disebutkan terjadi perceraian hingga 40 orang dalam satu jam dan diperhitungkan angka total per tahun meningkat terus.

Sebagai sampel, data dua tahun terakhir 2012 dan 2013 di Indonesia, angka perceraian sekitar 350.000 kasus. Berarti dalam satu hari rata-rata terjadi 959 kasus perceraian, atau 40 perceraian setiap jam.  Tapi Indonesia tidak termasuk dalam 10 besar negara yang tingkat perceraiannya cukup tinggi itu.

Baca juga  :  menag-prihatin-40-perceraian-setiap-jam

Di Jamaika, Kolombia serta Meksiko, tingkat perceraiannya ternyata rendah tapi ada pula negara dengan populasi sedikit serta tingkat tradisi tinggi tapi angka perceraian tinggi.

Berikut ini 10 besar negara dengan tingkat perceraian tertinggi.

10. Amerika Serikat: 53%

Amerika Serikat merupakan salah satu negara di dunia yang amat rapi mencatat angka perkawinan dan perceraian penduduknya. Tapi catatan statistik menunjukkan lebih dari separuh dari perkawinan berakhir dengan perceraian.

Tapi tunggu dulu, AS hanyalah menempati urutan ke-10 bila dibanding dengan statistik dari negara lain. Tapi sebagai negara dengan populasi besar, perkawainan yang diakhiri dengan perceraian masih menjadi hal menakutkan – satu perceraian dalam enam detik.

Semakin banyak orang menikah, semakin banyak orang bercerai. Sekitar 73% dari perkawinanan diakhiri dengan perceraian di AS dan Nevada merupakan tempat perceraian tertinggi di negara bagian negara Paman Sam itu. Maine, Oklahoma, Oregon dan Vermont juga tertinggi sementara New York, Hawaii, New Jersey, North Dakota dan Massachusetts angka perceraiannya terendah.
9. Prancis: 55%

Prancis termasuk salah satu negara Eropa yang masuk dalam urutan 10 besar tingkat perceraian tertinggi di dunia, Padahal, negara itu terkenal di mancanegara sebagai negara romantis, tapi kenyataany jauh dari hal itu.

Paris merupakan “kota cinta”, tapi tidak untuk setiap orang, bahkan kota itu merupakan tempat perceraian tertinggi di Prancis. Dalam kehidupan sosial, masyarakat Prancis menerima terjadinya perceraian. Pada 2012, Pemerintah Prancis memperhatikan masalah memprihatinkan ini sehingga berinisiatip bagaimana caranya menurunkan tingkat perceraian. Kawasan pinggir kota lebih sedikit tingkat perceraiannya dibanding dengan perkotaan sedangkan kawawan utara di Brittany dilaporkan tingkat perceraiannya paling rendah.

8. Kuba: 56%

Mungkin negara dengan bentuk negara radikal dan unik seperti Kuba, tidak akan pernah dihampiri bentuk-bentuk tradisional dari luar – termasuk perkawinan – tetapi tingginya angka perceraian di negara ini menyebabkan timbul kejutan. Negara komunis ini mengontrol berbagai hal dalam negara, bahkan masyarakatnya dapat melapor kepada pemerintah tentang perkawinan dan bulan madu, untuk mendapatkan biaya perkawinan.

Banyak orang kawin, tapi ternyata banyak pula yang berpisah. Belakangan ini, ada trend menurunnya tingkat perkawinan. Para pria membuat keputusan dengan pasangannya tapi tanpa diwarnai dengan ikatan perkawinan dan persetujuan legal, alias kumpul kebo.

7. Estonia: 58%

Negara Eropa lainnya yang masuk urutan 10 besar dan berada di tangga ketujuh adalah Estonia. salah satu negara pecahan negara satelit Uni Sovyet ini, sudah melegalkan perceraian sejak lama. Berdasar statistik, enam dari 10 perkawinan berakhir dengan perceraian, Masyarakatnya pun, menerima adanya perceraian. Tapi secara dramatis, angka perkawinan semakin menurun dan masyarakat kecewa dengan ikatan perkawinan. Tidak seperti di beberapa negara lainnya,  Estonia tidak menawarkan pengurangan pajak bagi pasangan yang bercerai dan tidak ada insentif logistik bagi mereka yang akan menikah.

6. Luxembourg: 60%

Salah satu negara paling kecil di Benua Eropa, Luxembourg terletak di antara Belgia, Jerman dan Prancis, dengan populasi sekitar setengah juta orang.  Luxembourg didatangi banyak petualang, ekspatriat dan berbagai pendatang lain.  Mereka yang bercerai di negara ini umumnya yang berusia di atas 21 tahun dan mereka menikah baru dua tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru